Saya sudah tidak tahu lagi harus bercerita dengan siapa, sekarang hanya ini yang bisa saya ungkapkan. Jujur, saya lelah selelah lelahnya menerima ini semua. Tak henti-hentinya kenyataan buruk mendatangi saya, berawal dari Juni hingga di hari terakhir bulan Juli pun saya masih mendapati kenyataan yang sulit saya terima.
Ingin sekali menangis, tapi ada pikiran yang mengahalangi mata ini untuk tidak menangis.
Ingin sekali teriak, tetapi tetap pikiran ini masih menghalangi mulut ini untuk tidak mengeluarkan teriakannya. hhhhhhhh :(
Sadar sesadar-sadarnya ini juga ga luput dari diri gw yang egois, mungkin ini semua pantes gw terima. Dulu yang gw anggap ini suatu kebenaran ternyata ini sebuah kesalahan fatal yang akhirnya harus gw tanggung sendiri.
oke, mencoba perlahan untuk memahami semuanya, dan menganggap ini bukan suatu kesalahan melainkan suatu pelajaran. Semuga bisa benar benar menangkap pelajaran dari kesalahan ini.
Wake up no, harus kuat! Jangan hanya bisa menjadikan hari kemarin sama dengan hari ini, atau hari hari ini akan sama dengan hari esok. Karena mungkin pikiran seperti ini yang membuat pikiran seorang manusia tidak bisa berkembang, hidupnya hanya statis. Pokoknya harus bisa bahkan WAJIB menjadikan hari ini kebih baik dari hari kemarin dan bahkan hari esok harus lebih baik lagi dari hari ini.
Semoga kalimat diatas bisa menyemangati saya menjalani hari-hari ini. Dan sekarang mencoba untuk membuat diri lebih siap menghadapi kenyataan-kenyataan yang ada.
terimakasih ya Allah, hanya Engkau yang bisa membolak-balikkan hati ini! alhamdulillah, sudah sedikit lebih tenang.
Trimakasih pa Mario Teguh, yang tanpa sengaja saya membaca advice di status anda. ya anda benar, dan saya akan berusaha menerima kenyataan ini karena ini imbas dari apa yang telah saya lakukan.
-------------------------------S E M A N G A T----------------------------------
Ingin sekali menangis, tapi ada pikiran yang mengahalangi mata ini untuk tidak menangis.
Ingin sekali teriak, tetapi tetap pikiran ini masih menghalangi mulut ini untuk tidak mengeluarkan teriakannya. hhhhhhhh :(
Sadar sesadar-sadarnya ini juga ga luput dari diri gw yang egois, mungkin ini semua pantes gw terima. Dulu yang gw anggap ini suatu kebenaran ternyata ini sebuah kesalahan fatal yang akhirnya harus gw tanggung sendiri.
oke, mencoba perlahan untuk memahami semuanya, dan menganggap ini bukan suatu kesalahan melainkan suatu pelajaran. Semuga bisa benar benar menangkap pelajaran dari kesalahan ini.
Wake up no, harus kuat! Jangan hanya bisa menjadikan hari kemarin sama dengan hari ini, atau hari hari ini akan sama dengan hari esok. Karena mungkin pikiran seperti ini yang membuat pikiran seorang manusia tidak bisa berkembang, hidupnya hanya statis. Pokoknya harus bisa bahkan WAJIB menjadikan hari ini kebih baik dari hari kemarin dan bahkan hari esok harus lebih baik lagi dari hari ini.
Semoga kalimat diatas bisa menyemangati saya menjalani hari-hari ini. Dan sekarang mencoba untuk membuat diri lebih siap menghadapi kenyataan-kenyataan yang ada.
terimakasih ya Allah, hanya Engkau yang bisa membolak-balikkan hati ini! alhamdulillah, sudah sedikit lebih tenang.
Trimakasih pa Mario Teguh, yang tanpa sengaja saya membaca advice di status anda. ya anda benar, dan saya akan berusaha menerima kenyataan ini karena ini imbas dari apa yang telah saya lakukan.
-------------------------------S E M A N G A T----------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar